CFA atau MBA untuk Pendidikan Keuangan Terbaik Anda?

n sesudah kuliah sudah menjadi prasyarat untuk peradaban karir di tidak sedikit bidang investasi. Untuk mereka yang mempertimbangkan karir di bidang investasi, polemik hebat ialah apakah bakal mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA) atau CFA Institute Chartered Financial Analyst (CFA). Keduanya memiliki keunggulan tapi mengingat ongkos dari yang kesatu dan kendala untuk menjangkau yang terakhir, memilih antara dua-duanya membuat keputusan yang agak sulit.

Untuk unik siswa, institusi pascasarjana mulai mengajarkan mayoritas program CFA dalam kurikulum bisnis pascasarjana dan sejumlah telah pergi sejauh untuk membuat “jalur CFA” dalam kursus MBA mereka belajar, memungkinkan murid untuk menemukan gelar MBA dan CFA pada ketika bersamaan. Untuk mereka yang mempertimbangkan guna meraih gelar sarjana dan sertifikasi CFA, di antara program ini ialah cara yang paling tepat guna untuk menemukan yang terbaik dari kedua dunia.

  • MBA Vs. CFA

Sebelum kemunculan CFA, tidak sedikit perusahaan investasi akan menunaikan untuk mengirim sejumlah sekolah terbaik dan tercerdas ke sekolah bisnis mereka. Siswa-siswa ini bakal kembali dengan kemampuan bisnis umum yang jauh lebih baik, tetapi belum tentu kemampuan yang diperlukan untuk tanggung jawab manajemen aset tingkat tinggi dan khusus, laksana manajemen portofolio. Keterampilan eksklusif ini seringkali diperoleh pada pekerjaan sebab profesional bekerja dengan teknik mereka melewati barisan.

Untuk menggeneralisasi, kemampuan yang didapatkan di sekolah bisnis lebih cocok untuk karyawan dalam disiplin ilmu yang lebih umum, laksana pemasaran atau manajemen umum. Program CFA dirancang guna memberi piagam pemegang kemahiran khusus, laksana analisis investasi, strategi portofolio dan alokasi aset. Salah satu teknik untuk menyatakan perbedaan dalam program ialah dengan menuliskan bahwa program MBA berjarak satu mil dan sedalam kaki, sedangkan program CFA ialah satu kaki yang lebar dan sedalam mil.

Keuntungan dari suatu MBA ialah bahwa pengetahuan yang didapatkan dalam program ini paling berharga di industri beda di luar dunia investasi. Kerugian besar ialah biaya – baik ongkos langsung dari program dan hilangnya penghasilan yang disebabkan dari absen dua tahun untuk mereka yang mempertimbangkan guna kembali ke sekolah secara penuh.

Kelebihan program CFA ialah kemampuan guna memperoleh kemampuan bersangkutan investasi tertentu dengan ongkos yang relatif rendah. Namun, walaupun program CFA didasarkan pada pembelajaran mandiri, paling sulit, memerlukan komitmen empat tahun dan 1.000 jam belajar (rata-rata) guna menyelesaikannya. Karena komitmen baik dalam masa-masa dan uang, melulu sedikit yang dapat memperoleh gelar sarjana dan sertifikasi.

  • The CFA Track

Bagi tidak sedikit orang yang mau membuat komitmen dan mengisi persyaratan beda yang dibutuhkan untuk menemukan gelar sarjana bisnis dan CFA, mayoritas akan mengawali program CFA sesudah lulus, dengan asa dapat menggunakan sejumlah pengetahuan yang didapatkan dalam kursus finansial mereka guna memberi mereka kaki atas kandidat CFA lainnya.Namun, sampai ketika ini, banyak sekali program bisnis pascasarjana tidak menata kurikulum finansial mereka untuk destinasi ini, keuntungan untuk lulusan paling minim. Ini berubah, sebab sekolah bisnis mulai menggabungkan kursus CFA dengan penawaran ruang belajar mereka.

Berdasarkan keterangan dari CFA Institute, pada bulan April tahun 2006 CFA Institute mengawali program kemitraan dengan 41 institusi pascasarjana di semua dunia guna menyediakan sejumlah program pelatihan CFA (paling tidak 70%) sebagai unsur dari kurikulum MBA. CFA Institute mengaudit penawaran kursus dari institusi partner ini guna meyakinkan mereka mengisi janjinya. Untuk unik siswa, institusi pascasarjana mulai mengajarkan mayoritas program CFA dalam kurikulum bisnis pascasarjana mereka.

Kurikulum yang ditawarkan oleh sekolah partner program ini berkisar dari kursus finansial khusus yang bertujuan guna memfasilitasi ujian CFA, ke “jalur CFA” tertentu, yang merangkum kursus yang mengajarkan pelajaran ujian. Jalur CFA seringkali dirancang supaya siswa akan mengekor ujian CFA tingkat I secara langsung sesudah lulus.

Master of Science dalam program Manajemen Investasi Universitas Boston ialah Mitra Program CFA kesatu di Amerika Serikat, tetapi sampai Oktober 2012 bukan lagi menerima software baru; ruang belajar akhir program ini lulus pada tahun 2013. Sebagai perbandingan, Johnson School di Cornell University tampaknya diorganisir dengan CFA sebagai di antara tujuan akhir dari gelar sarjana. Johnson School meluangkan materi studi CFA Institute, beasiswa untuk melepaskan bagian pendaftaran ongkos pendaftaran ujian CFA, dan acara pengembangan profesional yang diselenggarakan bersamaan dengan masyarakat anggota CFA Institute.

  • The Bottom Line

Karena kemitraan program antara sekolah bisnis dan CFA Institute, kini ada teknik yang efisien untuk profesional investasi guna mendapatkan gelar sarjana bisnis dan CFA. Padahal dulu lumayan memadai guna mendapatkan satu atau lainnya, tren dan jumlah profesional investasi baru ini mendapat  gelar pascasarjana dan CFA pada akhirnya bisa meminta semua profesional untuk mendapat  keduanya. Dimana komitmen itu pernah dua tahun lulus sekolah dan belajar berdikari selama empat tahun, kini kandidat yang memilih lembaga kemitraan bisa melakukan beberapa besar komitmen CFA dalam kegiatan program pascasarjana mereka. Meskipun masih membutuhkan komitmen dan disiplin yang paling besar, semakin tidak sedikit institusi yang memungkinkan profesional investasi mendapat  pengetahuan dan pengetahuan yang luas tentang semua disiplin manajemen investasi.

Hubungi Kami:

Kaplan Pondok Indah

  1. Advanced Learning Indonesia

+62 21 726 9970

[email protected]

Leave a Comment